Bisnis Sayuran, Bisnis Yang Tidak Akan Pernah Mati

Jika melihat judul diatas, mungkin kata-kata yang saya gunakan cukup keras. Tetapi memang begitulah adanya bahwa bisnis sayuran selamanya tidak akan pernah mati. Mungkin dahulu bisnis wartel sangat menguntungkan, namun kemudian amblas seiring perkembangan ponsel. Atau bisnis toko buku yang sekarang sudah cukup kritis karena beragam informasi mudah didapat melalui internet.

bisnis-sayuran-tak-pernah-mati

Dan mengenai bisnis sayuran, apakah akan hancur dan tidak diminati? Sudah pasti 100% bisnis ini selamanya akan abadi, selama ada manusia. Sayuran menjadi bahan pangan utama selain nasi, roti, daging dan lain-lain. Apakah manusia akan memakan besi atau plastik? Tentu tidak. Bahkan semahal-mahalnya dan secanggih-canggihnya gadget tidak mungkin dapat dimakan. Jadi apakah Anda masih ragu dengan bisnis sayuran?

Setidaknya ada 3 macam bisnis sayuran yang dapat Anda jalankan, yakni bisnis perkebunan, distributor dan pengecer sayuran. Bagi Anda yang punya jiwa wirausaha, berikut ulasan selengkapnya agar bisa menjadi referensi bagi Anda:

1. Bisnis Perkebunan Sayuran

Salah satu bisnis yang cukup menyenangkan karena dipastikan Anda akan sering melihat hijaunya sayuran ketimbang bisingnya jalanan kota. Jadi bila Anda memiliki lahan luas di pedesaan, mengapa tidak untuk dimanfaatkan sebagai perkebunan sayuran?

Yang dipertimbangkan adalah jenis sayuran yang bakal Anda tanam, karena ada jenis sayur yang hanya dapat tumbuh subur di area pesisir pantai dan ada pula sayuran yang hanya dapat tumbuh di daerah pegunungan sejuk. Saya berikan contoh untuk areal pegunungan, sangat cocok membuka area perkebunan bunga kol, kol stek, wortel, ercis lobak, kacang-kacangan, buncis, labu, seledri, bawang prei, dan sebagainya.

Jangan heran bila Anda sedang mendaki gunung, pasti akan melewati perkebunan sayur yang luas milik warga setempat. Untuk area wilayah pesisir pantai atau dataran rendah sangat cocok untuk berkebun kacang-kacangan, terong, bawang, bayam, ketimun, lobak, sawi, cabe, labu, dan lain-lain.

Miliki pengetahuan dalam berkebun sayuran, seperti bagaimana mendapatkan benih yang bagus, pupuk berkualitas, dan perawatan. Mengenai pemasaran adalah hal mudah, karena dimana Anda panen disana akan ada banyak orang mengantri untuk membeli.

2. Bisnis Distributor Sayuran

Pekerjaannya tidak selelah mengerjakan perkebunan, tetapi hasil keuntungannya benar-benar menggiurkan. Bisnis distributor sayuran atau biasanya disebut tengkulak adalah mereka yang memiliki modal besar untuk memborong sayuran langsung dari perkebunan. Kemudian menjualnya langsung kepada pihak ketiga, atau biasanya adalah para pedagang yang akan mengecerkan sayurannya.

Distributor sayuran umumnya memiliki kios dipasar dan sering disebut ‘juragan’. Bagi Anda yang berminat, tipsnya adalah menjalin hubungan dan komunikasi baik dengan pemilik perkebunan atau petani. Jangan sampai Anda menjadi jahat dengan menentukan harga secara sepihak. Terkadang ada saja oknum tengkulak yang hanya ingin membeli sayuran murah dari petani, kemudian dijual kembali sangat mahal.

Yang juga harus diperhatikan adalah kualitas sayuran yang Anda jual kembali. Jam kerja Anda biasanya juga kurang begitu lazim, karena seorang tengkulak sayuran akan bertransaksi malam hari karena pada waktu pagi hari harus sudah di ecerkan kepada konsumen. Jika telat, sayuran akan rawan busuk dan layu. Tidak lupa juga, seorang tengkulak biasanya memiliki kendaraan untuk muataan seperti truk atau pick-up. Jika belum punya, kendaraan sewaan ada banyak tersedia.

3. Bisnis Penjual Sayur Pengecer

Bisnis ini mengharuskan Anda bertransaksi langsung dengan konsumen. Modalnya memang tidak sebesar membuka perkebunan atau menjadi distributor sayur. Selain itu menjalankan bisnis ini juga fleksibel, bisa membuka kios di pasar atau mungkin bisa berkeliling ke rumah-rumah.

Keutamaannya adalah mengikuti harga pasaran yang wajar, kemudian memperhatikan kualitas sayuran yang dijual. Tempat jualan yang bersih juga mempengaruhi, karena akan sangat malas pembeli datang ke lapak sayuran yang banyak lalat. Jam kerja sebagai pengecer sayur umumnya adalah pagi hari sampai siang, karena itu adalah waktu orang-orang memasak. Kecuali Anda memiliki lemari pendingin untuk menyimpan sayuran. Tentukan area yang menjadi target pasar Anda.

Jadi berminat untuk menjalankan bisnis sayuran? Sekali lagi ini bukanlah bisnis musiman, sepanjang masa dan sepanjang ada kehidupan, sayuran masih dibutuhkan sebagai bahan pangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *