Menuju Kemerdekaan Indonesia ke-71, Masih Banyak Masyarakat Yang Belum Mendapat Listrik

Jual Genset

Jual Genset – Tidak terasa, Indonesia telah menjelang umur kemerdekaan yang ke 71 di tahun 2016, tentunya telah banyak perubahan yang terjadi di tanah air ini semenjak dideklarasikan kemerdekaan melewati proklamasi yang dikenalkan oleh ‘Founding Father’ Soekarno-Hatta. Akan tapi, meski secara harfiah Indonesia sudah sukses merdeka dari tangan penjajah, tetapi rakyat Indonesia masih banyak yang belum menikmati kemerdekaan secara sosial.

Salah satunya nampak pada masyarakat yang berdomisili di kawasan Desa Bira, Kecamatan Bonto Bahari, Bulu Kumba, Pulau Liukan, Sulawesi Selatan, warga yang mendiami kawasan hal yang demikian buktinya masih belum menerima kemerdekaan untuk bisa merasakan aliran listrik sebagai komplemen keperluan sehari-hari.

Untuk mencukupi aktivitas sehari-hari masyarakat sekitar kawasan hal yang demikian cuma dapat merasakan aliran listrik dari mesin genset, yang mereka beli secara pribadi. Ironisnya, bagi beberapa masyarakat yang tak kapabel untuk membeli sebuah mesin genset terpaksa seharusnya menerapkan lilin sebagai sumber penerangan utama mereka.

“Untuk warga yang tak mempunyai cukup uang membeli genset, terpaksa mereka seharusnya menerapkan pelita (lilin) sebagai alat tolong penerangan di rumah-rumah mereka.” Ujar salah satu warga desa Bira hal yang demikian.

Kecuali tak masuknya pasokan listrik menuju desa hal yang demikian, warga juga mengaku bahwa ketersediaan air bersih juga menjadi keluhan masyarakat di desa itu. Warga mengaku bahwa mereka terpaksa seharusnya mengerjakan pembelian air tawar dari daratan Bulukumba lalu dibawa menuju desa mereka.

Tak dapat dikesampingkan bahwa meski Indonesia telah menempuh usia 71 tahun, tetapi pemasokan aliran listrik yang merata konsisten menjadi perdebatan tersendiri bagi beberapa masyarakat di Indonesia. Sekiranya belum kapabel untuk memberi aliran listrik hendaknya pemerintah bisa menyediakan genset murah bagi masyarakat terpencil untuk keperluan mereka sehari-hari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *